Permen Jelly

Maaf untuk judul yang abstrak. Hanya merasa judul itu cocok dengan cerita ini -_-
Ketika aku ingin marah pada es krim selalu saja gagal. Dia selalu bisa membuatku meleleh karena sikap manisnya itu.

Continue reading

Advertisements

Tidak Terdefinisi

Dulu aku pernah bercerita tentang kaleng. Bagaimana aku galau tentang dia. Tapi sekarang aku merasa aku sudah benar-benar menganggapnya sebagai seorang kakak. Dan entah kenapa sekarang aku justru tidak bisa lepas dari dia -seseorang yang aku sebut kulkas-.
Saat itu aku pikir aku tertarik pada kulkas hanya sebatas “oh, keren.” Ternyata tidak.
Aku tertarik padanya dan mungkin… suka? Aku tidak yakin. Terlalu cepat untuk mendefinisikan perasaanku terhadapnya sebagai perasaan suka.
Perasaan ini berbeda dengan perasaan yang ku rasakan pada kaleng atau pada seseorang di masa lalu. Aku pikir perasaan ini hanya sebatas aku mengagumi seseorang yang berkharisma. Itu yang ada di pikiranku, bukan di hatiku.
Lalu sebenarnya perasaan apa ini?
Aku senang ketika bisa berteman dekat dan akrab dengannya. Aku sebal ketika tahu banyak yang menyukainya. Aku tidak suka ketika ada yang ‘modus’ padanya. Aku khawatir ketika dia mengalami kesulitan. Aku selalu ingin di dekatnya. Aku senang ketika bisa berguna baginya.
Tapi… aku tidak berdebar-debar ataupun grogi saat berada di dekatnya. Bahkan ketika aku tahu dia telah mengetahui perasaanku padanya, kami sama sekali tidak canggung.
Apakah ada yang salah? Aku benar-benar tidak paham.